Nur
Auliah
1601270017
4A-Perbankan
Syariah’16 Pagi
Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara
MANAJEMEN
PERSEDIAAN DALAM PERSPEKTIF KEUANGAN SYARIAH
1. Konsep Persediaan
Dalam perusahaan,
persediaan merupakan faktor yang perlu diperhatikan, menurut Handoko persediaan
merupakan suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber
daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap
pemenuhan permintaan. Permintaan tersebut meliputi bahan mentah, barang dalam
proses, barang jadi ataupun produk final (produk jadi).
Harianto juga
mendefenisikan bahwa persediaan merupakan barang atau bahan yang disimpan yang
digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Misalnya untuk proses produksi,
perakitan, untuk dijual kembali dan sebagai suku cadang dari sebuah mesin.
Dari beberapa defenisi
diatas dapat kita pahami bahwa persediaan merupakan bahan atau barang yang
disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk
digunakan dalam proses produksi, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang
dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan
pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang. Bisa dikatakan
tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan, meskipun sebenarnya
persediaan hanyalah suatu sumber dana yang manganggur, karena sebelum
persediaan digunakan berarti dana yang terkait di dalamnya tidak dapat
digunakan untuk keperluan.
2. Macam-Macam Persediaan
Persediaan terdiri dari :
a. Persediaan alat-alat kantor,
adalah persediaan yang diperlukan dalam menjalankan fungsi organisasi dan tidak
menjadi bagian dari produk akhir. Misal alat tulis, kertas, tinta printer.
b. Persediaan bahan baku,
adalah item yang dibeli dari para supplier untuk digunakan sebagai input dalam
proses produksi. Bahan baku ini yang akan diproses atau diolah sehingga menjadi
produk barang jadi. Misalnya untuk industri mebel membutuhkan persediaan bahan
baku berupa kayu jati dan rotan.
c. Persediaan barang dalam proses,
adalah bagian dari produk akhir tetapi masih dalam proses pengerjaan karena
masih menunggu item yang lain untuk diproses. Misalnya dalam industri makanan roti
persediaan dalam proses berupa adonan roti dari beberapa bahan yang nantinya
siap dimasak untuk menjadi roti.
d. Persediaan barang jadi,
adalah persediaan produk akhir yang siap untuk dijual, didistribusikan atau
disimpan yang menjadi inti proses dari perusahaan. Misalnya dalam industri
mobil itu meliputi mobil itu sendiri.
3. Fungsi Persediaan
Handoko menyebutkan bahwa persediaan
memiliki tiga fungsi, yaitu:
a.
Fungsi
Decaoupling
Persediaan diadakan agara perusahaan
tidak sepenuhnya bergantung pada pengadaanya dalam hal kuantitas dan waktu
pengiriman saja. Persediaan dapat digunakan untuk menghadapi fluktuasi
permintaan konsumen yang tidak dapat diperkirakan disebut dengan fluctuation
stock.
b.
Fungsi
Economic Lot Sizing
Melalui penyimpanan persediaan,
perusahaan dapat memproduksi dan membeli sumber daya dalam kuantitas yang dapat
mengurangi biaya-biaya perunit.
c.
Fungsi
Antisipasi
Persediaan memiliki fungsi antisipasi
terhadap fluktuasi pelanggan atau konsumen yang tidak dapat diramalkan
berdasarkan pengalaman-pengalaman masa lalu, atau permintaan musiman sehingga
perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories).
4. Tujuan Pengelolaan Persediaan
Tujuan pengelolaan persediaan adalah
sebagai berikut :
a. Untuk
dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen dengan cepat (memuaskan
konsumen).
b. Untuk
menjaga kontinuitas produksi atau menjaga agar perusahaan tidak mengalami
kehabisan persediaan yang mengakibatkan terhentinya proses produksi, hal ini
dikarenakan alasan :
-
Kemungkina barang (bahan baku dan
penolong) menjadi langka sehingga sulit untuk diperoleh.
-
Kemungkinan supplier terlambat
mengirimkan barang yang dipesan.
c. Untuk
mempertahankan dan bila mungkin meningkatkan penjualan dan laba perusahaan.
d. Menjaga
agar pembeliaan secara kecil-kecilan dapat dihindari, karena dapat
mengakibatkan biaya menjadi besar.
e. Menjaga
suapaya penyimpanan dalam emplacemet tidak besar-besaran, karena mengakibatkan
biaya menjadi besar.
5. Jenis-Jenis Persediaan
Handoko membedakan jenis-jenis
persediaan menurut fungsinya menjadi tiga, yaitu:
a. Batch Stock atau Lot Size
Inventory, meruapak persediaan yang diadakan karena membeli
atau membuat bahan dan barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang
dibutuhkan pada saat itu.
b. Stock
atau Lot Size Inventory ini antara lain :
-
Memperoleh potongan harga pada saat
harga pembelian.
-
Memperoleh efisiensi produksi karena
adanya operasi atau proses produksi yang lebih lama.
-
Adanya penghematan di dalam biaya
angkutan.
c. Fluctuation Stock,
merupakan persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
konsumen yang tidak bisa ditebak.
d. Anticipation Stock,
merupakan persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang
dapat diramalkan, berdasarkan ola musiman yang terdapat dalam satu tahun untuk
menghadapi penggunaan atau permintaan yang meningkat.
6. Pendekatan Manajemen Persediaan
a.
Pendekatan
Tandisional
Operasi pendekatan tradisional merupakan
pendekatan yang lebih menekankan biaya persediaan, pendekatan ini memproduksi
komponen produksi dalam jumlah besar dengan maksud untuk mengantisipasi kalau
terjadi sesuatu.
b.
Metode
Economic Order Quantity
Metode EOQ. Metode ini dapat digunakan
baik untuk barang yang dibeli maupun untuk barang yang diproduksi sendiri.
c.
Pendekatan
Just In Time (JIT)
Adalah suatu sistem yang memusatkan pada
eliminasi aktivitas pemborosan dengan cara memproduksi produk sesuai dengan
permintaan konsumen dan hanya membeli bahan sesuai dengan kebutuhan produksi
yang tepat, waktu dan tempat yang tepat.
7. Konsep Manajemen Persediaan Dalam
Islam
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam islam, yakni:
a. Menyimpan
kelebihan setelah kebutuhan primer terpenuhi.
b. Menyimpan
kelebihan untuk menghadapi kesulitan.
c. Hak
harta keturunan sebagai generasi mendatang.
d. Tidak
menimbun dan memonopoli harta kekayaan.
e. Pengembangan
harta dilakukan melalui usaha yang baik dan halal.
8. Persediaan Dalam perbankan Syariah
Persediaan di dalam
perbankan syariah merupakan aktiva non-kas yang tersedia untuk :
a. Dijual
dengan akad murabahah.
b. Diserahkan
sebagai bagian modal bank dalam akad pembiayaan mudharabah atau musyarakah.
c. Disalurkan
dalam akad salam atau salam paralel.
d. Aktiva
istishna yang telah selesai, tetapi belum diserahkan bank kepada pembeli akhir.
hal
yang tidak termasuk dalam pengertian persediaan di bank syariah adalah :
a. Aktiva
istishna dalam penyelesaian.
b. Aktiva
tetap yang digunakan oleh bank.
c. Aktiva
ijarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar