Selasa, 27 Februari 2018

LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENTITAS SYARIAH



Nur Auliah
1601260017
4-A Perbankan Syariah Pagi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENTITAS SYARIAH
 
1.      Macam-macam Laporan Keuangan Syariah
Laporan keuangan entitas syariah yang sudah tertata secara baik adalah laporan keuangan bank syariah. Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdairi dari komponen-komponen berikut :
a.       Neraca.
b.      Laporan laba rugi.
c.       Laporan arus kas.
d.      Laporan perubahan ekuitas.
e.       Laporan perubahan dana dan investasi terikat.
f.       Laporan sumber dan penggunaan dan zakat, infak, dan shadaqah.
g.      Laporan sumber dan penggunaan dan qardhul hasan, dan
h.      Catatan atas laporan keuangan.

2.      Neraca
Unsur – unsur neraca meliputi aktiva, kewajiban, investasi tidak terikat, dan ekuitas. Aktiva dan kewajiban tidak boleh disalinghapuskan kecuali ketentuan syariah dan hukum memperkenankan terjadinya saling hapus. Pembiayaan mudharabah mutlaqah yang diterima bank syariah dalam neraca pada unsur investasi tidak terikat di antara unsur kewajiban dan ekuitas.
Investasi tidak terikat adalah dana yang diterima oleh bank dengan kriteria sbg berikut :
a.       Bank mempunyai hak untuk menggunakan dan menginvestasikan dana, termasuk hak untuk mencampur dana dimaksud dengan dana lainnya.
b.      Keuntungan dibagikan sesuai dengan nisbah yang disepakati dan.
c.       Bank tidak memiliki kewajiban secara mutlak untuk mengembalikan dana tersebut jika mengalami kerugian.
Penyajian pos-pos yang terkait dengan transaksi istishna adalah sebagai berikut :
a.       Termin istishna yang sudah ditagih disajikan sebagai pos pengurang istishna dalam penyelesaian.
b.      Selisih lebih antara istishna dalam penyelesaian dan termin istishna yang sudah disajikan sebagai aktiva, sedangkan selisih kurang antara istishna dalam penyelesaian dan termin istishna yang sudah ditagih sebagai kewajiban.
c.       Aktiva istishna dalam penyelesaian yang telah selesai dibuat disajikan sebagai persediaan sebagai harga jual istishna kepada pembeli  akhir dan.
d.      Dalam istishna paralel, piutang istishna dan utang istishna tidak boleh daling hapus.

3.      Laporan Laba Rugi
Dengan memperhatikan ketentuan dalam PSAK lainnya, penyajian dalam laporan laba rugi mencakup, tetapi tidak terbatas pada pos-pos pendapat dan beban berikut:
Pendapatan operasi utama:
Pendapatan marjin murabahah
Pendapatan bersih salam paralel
Pendapatan bersih istishna paralel
Pendapatan dari sewa:
Pendapatan bersih ijarah
Pendapatan dari bagi hasil
Pendapatan bagi hasil mudharabah
Pendapatan bagi hasil musyarakah
Pendapatan operasi utama lainnya.
Hak pihak ketiga atas bagi hasil investasi tidak terikat.
Pendapatan operasi lainnya
Pendapatan non-operasi
Beban non-operasi
Zakat dan
Pajak
4.      Laporan Arus Kas
Laporan arus kas disjikan sesuai dengan PSAK 2 : Laporan Arus Kas dan PSAK 31: akuntansi keuangan.

5.      Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas disajikan sesuai dengan PSAK 1 : penyajian laporan keuangan.

6.      Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat
Bank syariah menyajikan laporan perubahan dana investasi terikat sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan :
a.       Saldo awal dana investasi terikat.
b.      Jumlah unit investasi pada setiap jenis investasi dan nilai perunit pada awal periode.
c.       Dana investasi yang diterima dan unit investasi yang diterbitkan bank syariah selama periode laporan.
d.      Penarikan atau pembelian kembali unit investasi selama periode laporan.
e.       Keuntungan atau kerugian dana investasi terikat.
f.       Bagian bagi hasil milik bank dari keuntungan investasi terikat jika bank syariah berperan sebagai pengelola dana atau imbalan bank jika bank syariah berperan sebagai agen investasi.
g.      Beban administrasi dan beban tidak langsung lainnya yang dialokasikan oleh bank ke dana investasi terikat.
h.      Saldo akhir dana investasi terikat dan
i.        Jumlah unit investasi pada setiap jenis investasi dan nilai per unit pada akhir periode.

7.      Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Infak, dan Shadaqah
a.       Sumber dana zakat, infak, dan shadaqah yang berasal dari zakat dari bank syariah, zakat dari pihak luar bank syariah, infaq, dan shadaqah.
b.      Penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah untuk, miskin, hamba sahaya, orang yang terlilit utang, fakir, orang yang baru masuk islam, orang yang berjihad, orang yang dalam perjalanan, dan amil.
c.       Kenaikan atau penurunan sumber dana zakat, infak, dan shadaqah.
d.      Saldo awal dana penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah.
e.       Saldo akhir dana penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah.

8.      Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan
Bank syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan dan qardhul hasan sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan:
a.       Sumber dana qardhul hasan yang berasal dari penerimaan, infak, shadaqah, denda, dan pendapatan non-halal.
b.      Penggunaan dana qardhul hasan untuk, pinjaman, sumbangan.
c.       Kenaikan atau penurunan sumber dana qardhul hasan.
d.      Saldo akhir dan penggunaan dana qardhul hasan.

9.      Bentuk Laporan Keuangan Bank Syariah
Berdasarkan KDPPLK Bank Syariah dijelaskan, maka laporan keuangan bank syraiah harus berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penyajiannya. Sebab laporan keuangan bank syariah tentunya memiliki perbedaan, meskipun ada beberapa aspek yang sama dengan bentuk laporan keuangan pada umumnya.
Seperti halnya dengan perusahaan lainnya, bank syariah secara umum dalam melakukan penyusunan laporan keuangan melalui beberapa tahapan antara lain:
a.       Bukti transaksi.
b.      Jurnal.
c.       Buku besar.
d.      Neraca saldo.
e.       Jurnal penyesuaian .
f.       Laporan keuangan.

10.  Defenisi Pernyataan Keuangan Dalam Akuntansi Bank Syariah
Defenisi unsur- unsur dasar laporan keuangan :
1.      Pernyataan posisi keuangan.
2.      Pernyataan pendapatan.
3.      Pernyataan perubahan dalam saham pemilik atau pernyataan laba ditahan.
4.      Pernyataan aliran kas.
5.      Pernyataan perubahan dalam investasi terbatas dan setaranya.
6.      Pernyataan sumber dan pengguna dana zakat serta dana sosial.
7.      Pernyataan sumber dan penggunaan dana dalam qardh.

Bentuk Laporan Keuangan Bank Syariah
1.      Laporan posisi keuangan (Neraca).
2.      Laporan laba rugi.
3.      Laporan arus kas.
4.      Laporan perubahan modal atau laporan laba ditahan.
5.      Laporan sumber-sumber dan penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah.
6.      Laporan sumber-sumber dan penggunaan dana qardhul hasan.



  

1 komentar:

  1. Harrah's Cherokee Casino & Hotel - Mapyro
    Find 안산 출장샵 your way around the casino, find the nicest 강원도 출장마사지 new & used 수원 출장안마 options and find the nicest 이천 출장마사지 new & used options หาเงินออนไลน์ at Mapyro.

    BalasHapus